Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2010

Pada 2018, Manusia 'Mendekat' ke Matahari

VIVAnews -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan melaksanakan misi ambisius, mengirimkan pesawat luar angkasa tanpa awak langsung menuju Matahari.

Proyek ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penting seputar tata surya kita.

Pesawat seukuran mobil akan diterjunkan ke atmosfer Matahari dalam jarak 4 juta mil dari permukaan Sang Surya. Tugas berat disandang satelit  tersebut -- mengeksplorasi wilayah yang belum pernah dikunjungi pesawat luar angkasa buatan manusia.

Misi menuju Matahari ini diberi nama Solar Probe Plus dan dijadwalkan diluncurkan pada 2018.

NASA telah memilih lima investigator sains yang akan membuka misteri terbesar Matahari -- tepat saat pesawat itu melewati atmosfer Surya.

"Proyek ini membuka ruang bagi kecerdasan manusia untuk pergi ke manapun di luar angkasa -- yang belum pernah dijelajahi pesawat manapun sebelumnya," kata Lika Guhathakurta, ilmuwan program Solar Probe Plus di kantor pusat NASA di Washington, seperti dimuat
 Daily Mail, 6 September 2010.

"Untuk kali pertamanya, kita akan bisa menyentuh, merasakan, dan mencium Matahari."

Saat pesawat luar angkasa menyentuh Matahari, perisai karbon revolusioner pesawat harus bisa bertahan di temperatur panas yang dahsyat, sekitar 1.400 derajat Celcius. Juga mengatasi ledakan-ledakan radiasi yang intensif.

Lalu, pesawat tersebut akan 'berhadapan langsung' dengan Matahari -- memungkinkan para ilmuwan memahami dan mempelajari lingkungan radiasi untuk kepentingan misi eksplorasi selanjutnya.

"Percobaan yang dilakukan Solar Probe Plus secara spesifik didesain untuk menjawab dua pertanyaan soal fisika Matahari. Pertama, mengapa atmosfer terluar Matahari sangat panas dibandingkan permukaannya yang bisa kita lihat? Dan, apa yang mendorong aktivitas  Matahari berdampak pada Bumi dan tata surya?

"Kami telah berjuang dengan pertanyaan ini selama beberapa dekade. Misi ini harus berakhir dengan sebuah jawaban."

Pada 2009 lalu, NASA mengundang sejumlah peneliti untuk mengajukan proposal. Dari 13 yang masuk, lima di antaranya akan mendapat dana sebesar US$180 juta yang ditujukan untuk analisa awal, desain, pengembangan, dan pengujian terkait proyek ini.

Investigasi Solar Wind Electrons Alphas dan Proton secara khusus akan menghitung partikel yang melimpah dalam di sekitar Matahari -- ada elektron, proton, dan ion helium -- dan mengukur sifat mereka.

Cangkir khusus juga disiapkan untuk menangkap beberapa partikel Matahari, untuk diuji secara langsung

Sementara, sebuah teleskop disiapkan untuk membuat citra 3D korona atau mahkota Matahari. Eksperimen ini akan melihat  lingkaran Matahari dan menyediakan gambar 3D awan dan aliran gelombang kejut yang dialami pesawat.

Eksperimen ini juga berfungsi sebagai detektor debu raksasa, mendata tanda tegangan ketika bintik debu luar angkasa menghantam antena pesawat.

Percobaan lain dari Southwest Research Institute di San Antonio akan melihat elemen-elemen di atmosfer matahari menggunakan spektrometer untuk menimbang dan memilah ion di sekitar pesawat. (sj)

Senin, 06 September 2010

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.
Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai,
kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria. Pffhh...sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa
yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih
ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki,
kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang
kita mau bisa tercapai.

Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak
perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak
punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang
lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal
dimensi dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan
hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang
memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi bagian dari kita di dunia, entah itu Rejeki,
jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang
bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris
menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak
sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik
tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah... harus
dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan
segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah
memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah
karena niat kita yang terkotori. 

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : Maka
setelah ini wahai jiwa..., jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu.

Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa
perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan
harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang "baik" tidak hidup
untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang
sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah....., jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu! 

Filosofi hidup..

MEMAHAMI ARTI HIDUP
Pernahkah kamu berpikir, untuk apa kamu dilahirkan di dunia ini?
Pernahkah kamu berpikir, untuk apa kamu hidup?
Memang sulit jika kita memaknai atau memahami arti hidup sebenarnya.
Secara biologis, hidup dapat diartikan sebagai sesuatu yang dianggap ada, nyata, bergerak, dan dapat berkembang biak.
Tetapi apakah kamu tahu secara harfiah apakah hidup itu?
Orang bilang : Hidup adalah perjuangan.
Definisi perjuangan itu sendiri jika kita kaji lebih dalam sangatlah abstrak.
Perjuangan yang berasal dari kata “juang” yang artinya “usaha” belum cukup untuk menjelaskan arti hidup itu sebenarnya.
Jadi, pernyataan bahwa Hidup adalah perjuangan kurang tepat.
Orang bilang : Hidup itu indah.
Definisi indah lagi-lagi kurang tepat untuk mendefinisikan arti hidup sebenarnya.
Tidak semua orang memiliki hidup yang indah, sebagian besar merasa hidupnya tidak indah.
Jadi, pernyataan bahwa Hidup itu indah kurang tepat.
Lantas? Arti hidup itu apa?
Jawabannya hanya ada di lubuk hati kita semua.
Pertanyaan tersebut dapat dijawab sesuai arah dan tujuan untuk apa kita hidup.
Akhirnya, kita sendiri-lah yang harus menentukan arah tersebut bagaimanapun caranya agar hidup kita dapat bermakna.
Oleh karena itu, arti hidup bagi setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda.
Kalau menurut pandangan saya, hidup adalah bagaimana cara kita memahami diri sendiri dan memahami orang lain sehingga terjalin suatu interaksi yang menghasilkan suatu perasaan yang disebut emosi. Emosi inilah yang nantinya akan menggerakkan kita semua.
Keadaan emosi harus selalu diimbangi dengan pikiran.
Orang yang terlalu banyak berpikir tanpa emosi, hasilnya nihil. Karena ia hanya berpikir secara terus-menerus walaupun sebenarnya ia tahu apa yang harus ia lakukan. Tapi karena emosinya tidak berjalan, maka tidak ada yang menggerakan dirinya.
Orang yang emosi tanpa berpikir, hasilnya juga nihil. Karena ia meluapkan begitu saja emosi yang ia punya tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi jika emosinya sewaktu-waktu dapat membahayakan dirinya sendiri bahkan orang lain sekalipun.
Berbeda dengan orang yang mengandalkan keduanya dengan seimbang. Balance. Ia mampu berpikir dan bergerak secara sinkron sehingga tujuan hidupnya dapat tercapai serta memaknai arti hidupnya sendiri.
Jadi, mulai dari sekarang :
- Tentukan tujuan dan arah hidupmu!
- Seimbangkan antara kemampuan berpikir kamu dengan keadaan emosi kamu!
- Maknai hidupmu agar lebih bermakna!

Minggu, 05 September 2010

Fakta Lucu dan Memalukan

Lucu ya, uang Rp 20.000 kelihatan begitu besar bila dimasukan ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke toko baju.


Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk dengerin pengajian, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk nonton pertandingan sepakbola.


Lucu ya, seringnya kita susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa kepada Allah Swt., tapi betapa mudahnya nyari bahan obrolan bila ketemu teman dan kata-kata dari mulut kita begitu lancar mengalir.


Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan sepakbola favorit kita, tapi betapa bosannya kita bila imam sholat tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Qur'an1 juz saja, tapi baca novel best sellers100 halaman pun habis dilalap dalam sekejap dan kita merasa enjoy .

Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat di barisan paling depan ketika nonton konsermusik, tapi berebut nyari shaf paling belakang bila shalat jumat agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, susahnya orang diajak untuk partisipasi dalam dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi dalam menyebar gossip.

Lucu ya, kita begitu percaya banget pada apa yang disampaikan media massa, tapi kita sering mempertanyakan apa yang disampaikan Al-Quran.