Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2010

Batu Terapung Peninggalan Nabi Muhammad saw


Riwayat Isra' Mi'raj dalam Kisah Para Nabi disinggung sebagai "hajar" tempat berpijak Nabi Muhammad saw ketika Mi'raj kelangit ingin ikut bersama Nabi Muhammad saw benar-benar ada. Sebagai mu'jizat, Nabi melarang batu itu ikut dan memerintahkan batu tersebut kembali ketempat asalnya semula. Ada yang
mengatakan riwayat ini termasuk dho'if (lemah).

Batu yang dimaksud masih ada sampai sekarang, tepatnya terletak di bawah Qubbah Sakhra (disebut Mesjid Umar Ibn Khattab, karena Umar bin Khattablah
yang semula membangunnya), bukan terletak di dalam Mesjid Al-Aqsha. Antara Masjid Umar dan Masjid Aqsha dibatasi oleh lapangan luas.


Penulis pribadi alhamdulillah sudah berkesempatan dengan izin Allah berkunjung beberapa kali ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan shalat di sana,
terakhir tahun 2001 dari Damaskus. Kunjungan saya pertama ketika bersama-sama dengan pasukan PBB Garuda VIII tahun 1975, dilanjutkan
kunjungan berikutnya ketika bertugas sebagai wartawan LKBN Antara untuk Cairo dan Timur Tengah. Kunjungan penulis ikut bersama rombongan Presiden
Anwar Sadat (1977) dalam kunjungan spektakuler bersejarah missi perdamaian Anwar Sadat setelah perundingan Camp David tercapai dan menginap di King
Daud Hotel yang terkenal itu. Kunjungan ini bulan Nopember 1977 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, dimana rombongan Pres. Sadat shalat Idul Adha di
Masjid Al-Aqsha.

Dalam kunjungan-kunjungan itu, saya berusaha menyaksikan kebenaran "batu melayang" itu. Ternyata memang ada batu itu, dahulu konon memang terpisah
(melayang) tetapi sekarang tidak terputus seperti yang ditulis, tetapi masih menyambung dengan tanah dan sudah dibangun tangga untuk turun naik. Ketika
kita berada dibawah batu tersebut dapat melihat dengan jelas bahwa batu itu menyatu dengan tanah (sekarang), hanya terangkat dari tanah lebih kurang 2
meter sehingga kita dapat berdiri dibawahnya. Konon, batu inilah yang diperintahkan Rasulullah untuk tidak ikut mi'raj bersamanya dan tetap berada
di tempatnya. Ketika ditanyakan kepada penjaganya dijawab memang benar.

Riwayat ini kami terima turun temurun sebagai penjaga Masjidil Aqsha.
Adapun dalam foto terlihat bahwa batu seperti terlepas/terpisah, kemungkinan adalah tipuan kamera belaka atau foto itu diambil dari posisi sambungan
antara batu dan tanah cuacanya gelap atau sengaja dikaburkan. Pemerintah Israel (Yahudi) tidak pernah melarang untuk melihat batu tersebut. Apabila
anda berkesempatan berziarah ke Baitul Maqdis dan shalat di Masjid Suci Ketiga itu, silakan melihat sendiri keberadaan batu itu.

Mata Uang Paling Indah Didunia

Berbagai mata uang ini terlihat sangat indah, baik itu warnanya, gambarnya dan juga desain keseluruhan dari mata uang ini.
Mmm… selain memang sangat menyenangkan bila uang ini dipergunakan , apalagi jumlahnya banyak ya ?, ternyata juga indah untuk dilihat. Mata uang dari negara manakah yang paling indah ? Menurut David Standish, pengarang buku The Art f Money ada beberapa mata uang didunia yang dinilai sangat indah…

Inilah beberapa mata uang terindah didunia menurut David Standish. 
sumber :beritaunik

The French Pacific Territories Franc
(Mata Uang Wilayah Pacific Perancis) 



The Maldives Rufiyaa
(Mata Uang Republik Maladewa)
 


Comoro Franc
(Mata Uang Comoro-Negara Kepulauan Kecil Di Afrika) 

Cook Islands Dollar
(Mata Uang Negara Kepulauan Cook)


Sao Tome & Principe Dobras
(Mata Uang Sebuah Negara Kecil Di Teluk Guiana-Afrika)


Switzerland Francs
(Mata Uang Swiss)


New Zealand Dollar
(Mata Uang Negara Selandia Baru)


Hongkong Dollar
(Mata Uang Hongkon)


Iceland Kronurs
(Mata Uang Islandia)


Faroe Island Kronurs
(Mata Uang Kepulauan Faroe-Atlantik Utara)

Kamis, 16 September 2010

Ijin untuk Menghisap Ganja akan Segera Tersedia?

Salah satu ilmuwan Inggris menganggap jika ganja itu seharusnya dilegalkan dan tersedia untuk orang-orang yang memiliki ijin untuk menghisap ganja.

Profesor Roger Pertwee mengatakan bahwa membuat ganja tersedia sebagaimana alkohol akan mencegah kejahatan yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang dan mengurangi kesempatan orang-orang untuk mengenali obat-obatan yang lebih keras. Demikian seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (15/9/2010).

"Anda harus berumur lebih dari 21 tahun untuk mendapatkan lisensi tersebut," ujar Profesor Pertwee, dari University of Aberdeen, yang merupakan pelopor penelitian efek dari ganja di tahun 60-an dan 70-an.




Ide dari gagasan ini adalah hanya orang-orang yang tidak menderita sakit kejiwaan saja yang bisa mendapat ijin untuk mengkonsumsi ganja. Persyaratan ini diberlakukan karena penelitian telah menunjukkan bahwa menghisap ganja bisa meningkatkan resiko berkembangnya schizophrenia.

"Di Masyarakat, kita diperbolehkan untuk minum alkohol dan menghisap rokok. Ganja, apabila ditangani dengan baik dan legal, saya kira tidak akan begitu berbahaya," kata Pertwee.

Pertwee juga menambahkan bahwa siapapun yang ingin menghisap ganja pasti akan membelinya dari orang lain atau menanamnya sendiri. Pemasok ganja yang berlisensi tentunya akan membuat semacam 'pagar' bagi orang-orang untuk mengakses obat-obatan terlarang yang lebih keras. Itu juga tergantung dari perusahaan swasta mana yang mau memproduksinya sehingga nantinya mungkin ganja akan sama statusnya dengan rokok dan alkohol.